SMK NEGERI 1 KAIDIPANG KAB. BOLAANG MONGONDOW UTARA

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Desain Grafis Percetakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Grafis Percetakan. Tampilkan semua postingan

Menggabungkan Gambar dan Teks Yang Berbasis Bitmap

Cara menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap berikut merupakan salah satu keterampilan desain grafis menggunakan software desain. Pada artikel kali ini admin bukudesaingrafis akan menampilkan tutorialnya dengan menggunakan software desain Adobe Photosop.
cara menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap 

Sebelum melihat contoh proses menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap, kita bahas sedikit tentang apa itu gambar bitmap, fungsi penggabungan gambar dan teks, contoh desain yang menggunakan proses penggabungan gambar dan teks, dan aplikasi-aplikasi desain grafis apa saja yang bisa digunakan untuk proses menggabungkan gambar dan teks tersebut.
Pengetian Gambar Bitmap

Gambar bitmap adalah gambar digital yang tersusun dari sekumpulan titik-titik (disebut juga dengan pixel) dengan warna-warna tertentu pada masing-masing pixel sehingga membentuk sebuah gambar yang dapat ditampilkan pada sebuah komputer atau media kertas.

Ciri-ciri Gambar Bitmap
  • Kualitas gambar dipengaruhi oleh besar kecilnya resolusi
  • Jika diperbesar (zoom) akan terlihat pecah, ini tergantung besaran resolusi dari gambar tersebut
  • Ukuran file cukup besar, ini juga tergantung dari besaran resolusi pada gambar
  • Memiliki format JPEG, JPG, PNG, BMP, TIFF, GIF
Fungsi Gambar Bitmap
Gambar bitmap lebih sering ditampilkan dalam bentuk karya desain grafis yang tidak banyak menggunakan modifikasi garis dan bidang seperti lengkungan, atau bentuk kurva.
Karenanya produk desain grafis berbasis gambar bitmap umumnya berupa desain grafis penggabungan gambar dan teks, dan penggabungan gambar dengan gambar, dengan memberikan sentuhan modifikasi, manipulasi dan efek.

Contoh-contoh Produk Berupa Gambar Bitmap:
  • Desain Foto
  • Desain media luar ruang (Spaduk, X-Banner, Baliho, Poster, dll)
  • Desain media promosi seperti Brosur, Pamplet, Kartu Nama, dll)
  • Cover Buku, Cover Majalah, Layout Majalah, dll
  • Produk kreatif lainnya seperti desain iklan online, desain aksesorir, dan lain sebagainya
 
Fungsi Penggabungkan Gambar dan Teks
Apa sih fungsi, atau kegunaan penggabungan gambar dan teks, atau penggabungan gambar dengan gambar?
Dalam desain grafis menggabungkan gambar dengan teks, atau gambar dengan gambar merupakan proses untuk menghasilkan produk desain yang dapat dilihat sebagai satu kesatuan karya desain yang memenuhi prinsip-prinsip desain.
Pada desain dengan menggabungan gambar dan teks, gambar memiliki fungsi sebagai ilustrasi atau pendukung fakta, sementara teks memiliki fungsi sebagai keterangan dari pesan yang ingin disampaikan, atau hanya sebagai caption saja.
Pada desain dengan menggabungkan gambar dengan gambar, memiliki fungsi menghasilkan tampilan gambar baru, atau menghasilkan sudut pandang baru dari dua gambar yang digabungkan sehingga seolah-olah penggabungan gambar tersebut adalah nyata dan memberi kesan artistik.
Contoh produk yang menampilkan penggabungan gambar dengan teks, atau penggabungan gambar dengan gambar, diantaranya:
  • Desain spanduk, poster, baliho, brosur dan lain sebagainya
  • Manipulasi Foto

Aplikasi Untuk Menggabungkan Gambar dan Teks
Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan penggabungan antara gambar dan teks yang berbasis bitmap. Dari mulai aplikasi yang sederhana dan sering digunakan dalam keseharian sampai kepada aplikasi yang memang dibuat khusus untuk desain grafis.
Berikut nama-nama aplikasi yang bisa digunakan untuk proses menggabungkan gambar dengan teks, dimulai dari yang sederhana ke yang spesifik untuk kebutuhan desain grafis:
  • Microsoft Paint
  • Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint)
  • Microsoft Publisher
  • Microsoft Photo Editor
  • Adobe Indesign
  • Corel Photo Paint
  • Adobe Photosop
Dan masih banyak lagi jenis aplikasi untuk kebutuhan pengolahan gambar bitmap lainnya baik yang gratis maupun yang berbayar, baik yang berbasis dekstop maupun berbasis mobile / android.
Cara Menggabungkan Gambar dan Teks Menggunakan Photosop
Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk proses menggabungkan gambar dengan teks,  dari mulai aplikasi yang sederhana yang biasa digunakan sehari-hari seperti  aplikasi paket Microsoft Office. Tapi karena kita karean kita sedang belajar desain grafis, maka aplikasi yang digunakan adalah aplikasi standar untuk desain grafis berbasis bitmap, yaitu Adobe Photosop.

Contoh 1 Menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap
Langkah-langkah menggabungkan gambar dan teks menggunakan Adobe Photosop:
  1. Buka aplikasi Adobe Photosop
  2. Buka gambar dengan cara: Klik File – Pilih Open – Pilih tempat penyimapanan gambar – klik gambar – pilih Open
  3. Klik icon Horizontal Type Text – Pada Option Bar tentukan jenis huruf, ukuran huruf dan warna huruf – Tuliskan keterangan / teks yang ingin ditampilkan – atur posisi teks pada gambar
  4. Klik File – pilih Save As – Beri nama file – Tentukan Forma File (JPEG, JPG, PNG) – klik Save
Cotoh 2 Memasukan Gambar kedalam Teks menggunakan Photosop

Langkah-langkah memasukan gambar kedalam teks yang berbasis bitmap:
  1. Buka aplikasi Photosop
  2. Buat jendela kerja (kanvas) dengan ukuran A4, resolusi 72 Px, color mode RGB
  3. Buat layer baru, dan beri warna Putih (#FFFFFF)
  4. Klik icon Horizontal Type Text – Pada Option Bar tentukan jenis huruf, ukuran huruf (usahakan ukurannya besar) dan warna huruf – Tuliskan teks yang diinginkan pada layer
  5. Klik File – Pilih Place – Pilih tempat penyimapanan gambar – klik gambar – pilih Place – Enter
  6. Pada Layer Gambar: Klik Kanan – Pilih Create Cliping Mask, maka gambar akan masuk kedalam teks.
Untuk urutan cara menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap menggunakan Adobe Photosop diatas dengan urutan langkah tutorial menggunakan penjelasan gambar kami menyertakannya dalam format PPT dibawah ini, silahkan di unduh.

Download Tutorial cara menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap menggunakan Photosp





Kesimpulan dari proses menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap ini adalah, menempatkan teks diatas permukaan gambar sehingga menghasilkan produk desain grafis yang bisa dipahami dan dinikmati oleh khalayak. Penggabungan gambar dan teks yang berbasis bitmap juga bisa berupa tampilan gambar yang menyatu kedalam teks, atau istilahnya memasukan gambar kedalam teks. Adapun aplikasi yang digunakan, variatif. Karena ada banyak aplikasi yang bisa digunakan sesuai dengan kemampuan user masing-masing.

Sumber: https://bukudesaingrafis.com/menggabungkan-gambar-dan-teks-yang-berbasis-bitmap/
Share:

Prinsip Gambar Bentuk dan Perspektif

Pengertian Gambar Bentuk 

Gambar bentuk adalah menggambar objek benda yang diwujudkan di atas bidang gambar melalui kemahiran tangan dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang. Atau bisa diartikan menggambar bentuk adalah memindahkan objek/benda-benda yang ada di sekitar kita dengan tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya, menurut arah pandang dan cahaya yang ada.

Menggambar bentuk pada dasarnya merupakan suatu kegiatan menggambar yang objek gambarnya berupa bentuk suatu benda. Di dalam menggambar bentuk benda yang perlu diperhatikan antara lain; bentuk benda tersebut, proporsi benda, komposisi, perspektif benda dan bayangan benda.

Prinsip gambar bentuk

a. Perspektif, yaitu obyek yang digambar sesuai dengan tampak yang sebenarnya.
b. Proporsi, yaitu perbandingan bagian per bagian atau bagian keseluruhan.
c. Komposisi, yaitu susunan/letak obyek gambar, letak obyek satu dengan yang lain hendaknya tidak berjauhan ager tidak Nampak terpisah.
d. Gelap terang, yaitu benda akan terlihat mata bila terkena cahaya.
e. Bayang baying, yaitu benda terkena sinar akan menghasilkan bayangan sehingga gambar bentuk menentukan terciptanya kesan 3 dimensi/realis.

Pengertian Gambar Perspektif

Perspektif berasal dari kata “prospettiva” artinya gambar pandangan, sering disebut juga ilmu melihat. Prinsip utama gambar perspektif adalah visualisasi sebuah benda atau ruang nyata pada sebuah bidang datar dengan memperhatikan horizon dan titik lenyap.

Perspektif merupakan prinsip atau kaidah yang penting dalam menggambar bentuk. Perspektif atau sudut pandang adalah teknik atau metode untuk menggambar objek-objek berupa benda, ruang (interior), dan lingkungan (eksterior) yang ukurannya lebih besar dari manusia. Gambar dengan hukum perspektif berarti menggambar dengan pandangan satu arah atau dua titik lenyap.

Prinsip-prinsip dalam menggambar perspektif:

a. Mengatur jarak garis horizon dengan tepi media berdasarkan titik pandang yang akan dibuat.
b. Menentukan posisi dari objek yang akan digambar.
c. Menentukan titik hilang sebagai titik pusat dari semua objek yang akan dibuat.
d. Membuat bagan dari objek-objek yang akan dibuat (untuk obyek yang terlalu tinggi perlu dibuat skala terlebih dahulu)

Teknik Menggambar Bentuk dan Perspektif

Teknik menggambar bentuk:

a. Teknik Pointilis, adalah cara atau teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk suatu objek.
b. Teknik Dussel (gosok), adalah teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte.
c. Teknik Siluet (blok), adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan balok.
d. Teknik Arsir, teknik arsir dibuat dengan cara menggoreskan pensil, spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis berulang yang membuat kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi.
e. Teknik Aquarel (sapuan basah), teknik aquarel dapat menggunakan bahan dengan campuran air di kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak.

Teknik menggambar perspektif

Dua hal yang harus dijadikan patokan dalam teknik menggambar perspektif sebagai berikut:
a. Titik hilang yaitu titik terjauh dari jangkauan. Jarak pandang mata dan titik hilang selalu terletak di dalam garis horizon.
b. Garis horizon yaitu garis khayal mata (tidak nyata). Di mana kita berada, di situlah garis horizon berada.


Sumber:
https://adityayuhanda.wordpress.com/tag/prinsip-menggambar-bentuk/
http://raynajwan.blogspot.com/2016/10/5-teknik-menggambar-bentuk.html
Share:

Prinsip Gambar Sketsa dan Illustrasi

pengertian Gambar Ilustrasi

Ilustrasi berasal dari bahasa Latin “Illustrare“, yang berarti menjelaskan atau menerangkan , dengan demikian gambar ilustrasi diartikan sebagai gambar yang bersifat sekaligus berfungsi untuk menerangkan sesuatu peristiwa. Ada pula yang mengatakan ilustrasi berasal dari kata ilusi, yang artinya gambaran angan-angan yang menyerupai hiasan belaka. Hal ini merupakan pengantar atau pelengkap suatu tujuan untuk membantu seseorang agar lebih mudah dan lebih cepat memahami apa yang dimaksud. Gambar ilustrasi merupakan karya seni rupa dua dimensi yang bertujuan untuk memperjelas suatu pengertian. Pengertian gambar Ilustrasi (Wikipedia bahasa Indonesia) adalah visualisasi dari suatu tulisan menggunakan teknik drawing, fotografi,lukisan, ataupun dengan teknik seni rupa lainnya yang lebih mengutamakan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.
 

Fungsi Gambar Ilustrasi

Gambar ilustrasi memiliki fungsi sebagai berikut.
  • Menarik perhatian orang. Sebuah buku atau majalah yang disertai dengan gambar yang menarik akan membuat orang tertarik mengetahui tentang isi buku tersebut.
  • Memudahkan memahami suatu keterangan atau penjelasan sebuah tulisan.
  • Sebagai sarana mengungkapkan pengalaman suatu kejadian yang diekspresikan dalam sebuah gambar.
  • Memberikan gambaran singkat isi tulisan atau cerita yang disampaikan.
  • Sebagai nilai keindahan dalam perwajahan.

Unsur Gambar Ilustrasi

1. Gambar manusia
Dalam menggambar ilustrasi manusia diperlukan pemahaman dan penguasaan proporsi dan anatomi tubuh manusia, baik tubuh manusia dewasa maupun anak-anak. Proporsi adalah Perbandingan bagian perbagian atau bagian dengan keseluruhan. Anatomi adalah kedudukan susunan tulang dan otot yang menentukan besar kecil, cekung cembung (menonjol tidaknya) tubuh manusia yang menentukan bentuk keseluruhan tubuh.
gambar ilustrasi manusia
2. Gambar Binatang
Dalam menggambar ilustrasi binatang tidak berbeda jauh dengan menggambar ilustrasi manusia, yaitu harus menguasai proporsi dan anatominya. Jenis dan bentuk binatang dapat dikelompokkan menjadi binatang darat, udara dan laut.
gambar ilustrasi binatang
3. Gambar Tumbuhan
Dalam menggambar ilustrasi tumbuhan yang beranekaragam jenisnya memiliki dua cara, yaitu menggambar tumbuhan secara sederhana dan lengkap. Dalam menggambar ilustrasi tumbuhan secara sederhana, tumbuhan tidak digambar secara detail, tetapi hanya berupa kesan bentuk tumbuhan. Menggambar secara lengkap , ilustrasi tumbuhan digambar dengan detail dan cermat bagian-perbagiannya.
gambar ilustrasi tumbuhan
4. Benda-benda lainnya
Benda-benda yang bisa digambar adalah beragam jenis benda-benda alam, benda buatan manusia dan bisa juga benda imajinasi manusia. Segala macam banda-benda yang digambar dalam karya ilustrasi ini umumnya hanya digunakan sebagai pelengkap atau penghias gambar.

Langkah Menggambar Ilustrasi

1. Gagasan
Langkah pertama dalam menggambar ilustrasi adalah menentukan gagasan. Gagasan ilustrasi harus bersumber dari materi yang akan diilustrasikan. Setelah ada gagasan tentukan tokoh, adegan, suasana dan suasana pendukung adegan yang akan digambar. Sebelum mulai tahap berikutnya tentukan corak gambar dan media yang akan digunakan.
2. Sketsa
Setelah gagasan ditentukan langkah selanjutnya adalah menggambar sketsa atau membuat rancangan gambar. Menggambar sketsa ilustrasi biasanya menggunakan pensil ada juga yang langsung menggunakan pensil warna, crayon, cat air, tinta bak, dan lain-lain.
Sket biasanya masih berbentuk garis sederhana yang merupakan rancangan sederhana secara global.
3. Pewarnaan
Langkah terakhir dalam menggambar sketsa adalah pewarnaan. Dalam mewarnai rancangan gambar ilustrasi dikerjakan sesuai hasil yang diharapkan. Gambar ekspresi dikerjakan dengan dua corak, yaitu corak realis dan non realis (ekspresionisme, impresionisme, abstrakisme, dan lain-lain).

 

Ragam Gambar Ilustrasi

Ragam gambar ilustrasi diantaranya adalah.
1. Komik
Komik berasal dari kata comic yang memiliki arti lucu atau jenaka. komik merupakan karya seni yang menggunakan rangkaian gambar tidak bergerak yang penyusunanya membentuk sebuah jalinan cerita. Berikut contoh ilustrasi komik.
gambar ilustrasi komik
2. Cover

Cover merupakan kulit atau sampul pada buku atau majalah. Gambar cover memuat atau mewakili isi buku sehingga terlihat menarik. Berikut contoh ilustasi cover buku pelajaran.
gambar ilustrasi cover buku
3. Majalah
Majalah atau surat kabar dibagian sebelum atau sesudah tulisan biasanya terdapat gambar. Gambar tersebut sering disebut Vignette (gambar pengisi halaman kosong pada majalah atau surat kabar yang memiliki fungsi menghias). Berikut contoh ilustasi Vignette pada majalah.
gambar ilustrasi vignette
4. Cerita (Cergam, Cerpen, dll)
Suatu karya cerita biasanya dilengkapi dengan ilustrasi cerita. Gambar Ilustrasi cerita ini mewakili cerita yang terkandung di dalamnya. Sebuah cerita akan tampak menarik apabila disertai dengan ilustrasi yang menggambarkan isi cerita. Berikut contoh ilustasi cerita pendek.
gambar ilustrasi cerpen
Share:

Tipografi

Pengertian Tipografi

Tipografi adalah seni merancang, menyusun, dan mengatur tata letak huruf serta jenisnya dengan pengaturan dan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menghasilkan kesan tertentu, sehingga akan membantu pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin, baik dari segi keterbacaan maupun estetika.
Tentunya bidang studi ini sangat relevan dengan desain grafis, namun sebetulnya tipografi juga banyak digunakan di bidang lain seperti sastra dan seni murni. Sastra menggunakan tipografi puisi untuk memperindah tulisannya, sementara seni murni dapat mengisolasi huruf dari fungsinya untuk diubah menjadi karya.
Tipografi dilakukan dengan memilih Typeface (font) yang tepat, merekayasa gaya atau stylenya, hingga ke pengaturan susunan kata, paragraf dan tata letaknya secara keseluruhan. Untuk memulainya kita harus mengetahui dulu berbagai terminologi yang terdapat pada tipografi.

Anatomi Huruf



anatomi tipografi
anatomi tipografi
Huruf terdiri dari banyak unsur-unsur pembentuknya. Huruf yang baik akan memiliki anatomi utuh seperti yang dijelaskan pada gambar di atas. Berbagai unsur anatomi tersebut mengikuti prinsip fundamental untuk merancang huruf. Mempelajari anatomi huruf sangat penting jika kita hendak merancang typeface, untuk memastikan legabilitas dan keterbacaannya.

Seni merancang huruf adalah keahlian yang rumit, sehingga harus dilatih dan dipelajari dengan dedikasi tinggi. Maka dari itu penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini akan dibahas pada artikel terpisah.

Parameter Tipografi

Typeface

Type face adalah kumpulan huruf yang memiliki desain dan tampilan visual yang sama. Meskipun setiap huruf memiliki wujud yang berbeda (A-Z), dalam satu typeface semua huruf dapat memiliki kemiripan bentuk dan gaya yang serupa. Contoh macam-macam typeface adalah: Times New Roman, Arial, Verdana.
Type face adalah desain dari satu set bentuk huruf , angka, tanda baca, yang memiliki satu sifat visual yang standar dan konsisten . Sifat tersebut membentuk  karakter yang tetap meski rupa dan bentuk dimodifikasi (Will Hill, 2005:24).
Kenapa disebut typeface? Bukankah yang dimaksud oleh pernyataan diatas adalah font?

Perbedaan Typeface dan Font

Sebetulnya typeface dan font adalah dua hal yang berbeda. Typeface adalah tampilan visual dari huruf, sementara font adalah salah satu wujud dari typeface yang memiliki gaya tertentu. Sederhananya hanya ada satu typeface Arial, tetapi terdapat beberapa font Arial, yaitu: Arial Regular, Arial Bold, Arial Condensed, dsb.

Kesalahan berbahasa ini sudah memfosil dan sulit untuk dihilangkan. Maka secara sosiolinguistik, tidak masalah jika kita ingin menggunakan istilah font sebagai pengganti typeface dalam percakapan sehari-hari. Namun dalam konteks akademik kita harus tetap menggunakan istilah yang tepat.

Font (Typefont)

Font adalah satu set bentuk huruf  dalam rupa, ukuran, dan gaya khusus berdasarkan desain typeface yang sama. Istilah ini sering tertukar dengan typeface.

Kategori Typeface

Terdapat banyak sekali typeface yang dapat kita pilih. Namun dari pilihan yang banyak itu ada beberapa typeface yang memiliki karakteristik yang mirip satu sama lain. Sehingga typeface-typeface tersebut dapat dikategorisasikan. Hal ini sangat berguna untuk mempermudah pemilihan typeface yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kategori-kategori tersebut adalah:
  1. Serif; Kategori serif  memiliki sirip/ kaki/ serif yang berbentuk lancip pada ujungnya, memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya.
    Typface jenis serif
    Typface jenis serif
    Serif memberikan kesan: klasik, anggun ,lemah gemulai. Serif juga dapat dikategorikan lagi dengan berbagai varian serifnya, seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah.
    jenis jenis serif
    jenis jenis serif
  2. Sans Serif; Sans serif tidak memiliki kaki/serif/sirip , bertangkai tebal, sederhana dan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi. Kesan yang dihasilkan: kokoh, kuat, kekar, stabil.
  3. Script; Script menyerupai tulisan tangan, biasanya bergaya seperti huruf sambung. Script memberikan kesan dekoratif, keindahan dan elegan.
  4. Monospace; Monospace adalah typeface yang setiap hurufnya memiliki dimensi horizontal (lebar) yang sama persis. Typeface ini bermanfaat ketika kita membutuhkan konsistensi lebih pada desain yang kita buat. Monospace menghasilkan kesan yang konsisten dan seragam.
  5. Display; Kategori typeface ini dioptimasikan untuk digunakan sebagai heading atau judul suatu paragraf. Keterbacaan judul sangatlah penting, sehingga banyak perancang typeface yang mendedikasikan karyanya untuk judul. Display dapat digunakan untuk memperindah judul tanpa mengurangi keterbacaannya.
  6. Lain-lain / Khas; Banyak karakteristik typeface lain yang belum dapat di kategorisasikan. Terdapat file font yang hanya berisi berbagai bentuk dekoratif dan tidak memuat huruf sama sekali yang disebut dingbat. Jadi apakah dingbat layak untuk dikategorisasikan sebagai typeface?

Typestyle (Gaya/Varian Huruf)

Typestyle adalah berbagai parameter yang dapat digunakan untuk memodifikasi gaya tampilan dari suatu typeface. Terdapat beberapa parameter yang dapat dieksplorasi untuk disesuaikan dengan desain yang kita rancang.
Setiap pemilihan varian yang kita lakukan berpengaruh terhadap keterbacaan dan keindahan tipografi yang disusun.
Maka Sesuaikan berbagai kebutuhannya dengan dampak yang ingin kita raih (elegan, formal, kasual, dll). Prinsip-prinsip seni dan desain juga dapat kita terapkan untuk menjadi salah satu panduan kebenaran agar mendapatkan tipografi yang estetis.
Berikut ini adalah beberapa parameter typestyle yang dapat dimodifikasi:

Weight

Weight adalah tingkat ketebalan garis yang membentuk huruf. Biasanya suatu font memiliki weight yang berbeda-beda seperti: light (tipis), regular (biasa), medium (sedang) dan bold (tebal).
Gunakan weight bold untuk judul dan weight biasa untuk teks isi. Atau justru sebaliknya: gunakan font tipis untuk judul, dan medium untuk teks isi. Yang perlu diperhatikan adalah kontrasnya, agar tipografi tampak lebih dinamis.
Media yang digunakan perlu menjadi perhatian juga dalam rekayasa weight typeface. Billboard yang harus terlihat dari jauh biasanya tidak dapat menggunakan font light, karena daya keterbacaannya kurang.

Width (Condensation)

Width adalah lebar dari huruf. Jika lebar ruang untuk tulisan pada desain yang kita buat terbatas, sebaiknya gunakan typeface dengan width yang ramping. Beberapa font memiliki varian dengan lebar yang lebih ramping, misalnya typeface Open Sans memiliki varian font Open Sans Condensed.


condensed font
condensed font
Jangan pernah melebarkan atau meninggikan font dengan tidak proporsional. Hal tersebut bahkan sering disebut sebagai tindakan kriminal terhadap tipografi. Gunakan varian font yang tepat jika menginginkan font yang lebih ramping, seperti: Open Sans Condensed, Arial Condensed, dsb.

Angle

Terdapat dua opsi pada angle, yaitu Italic (huruf miring) atau oblique (lurus). Dalam PUEBI atau panduan umum ejaan bahasa Indonesia, huruf miring dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam suatu kalimat.

Pemformatan Tipografi (Formatting)

Selain merekayasa gaya dari typeface, tipografi juga dilakukan dengan mengatur format huruf. Formatting sering menjadi hal yang terlewatkan padahal dampaknya sangat besar. Baik terhadap keterbacaan teks maupun keindahannya. Berikut adalah beberapa parameter formatting yang penting untuk diperhatikan berurutan dari hal yang paling sering diabaikan terlebih dahulu.

Letter Spacing (Spasi Huruf)

Spasi huruf adalah jarak samping antara huruf yang membentuk suatu kata. Memberikan jarak lebih pada huruf ukuran kecil akan membantu keterbacaan. Selain itu huruf kecil dengan spasi yang lebih besar akan tampak lebih rapi dan elegan.
Sebaliknya, huruf berukuran besar (judul) jika menggunakan spasi yang lebih dekat akan meningkatkan keterbacaannya. Penggunaan spasi yang lebih mendempet pada huruf judul juga akan menghemat lebih banyak ruang, menimbang ukuran huruf pada judul relatif besar dan menyita banyak ruang.

Line Height

Line height adalah jarak antar kalimat dalam suatu paragraf (jarak atas bawah). Ada alasan mengapa kebanyakan standarisasi penulisan karya ilmiah mewajibkan penyusunnya untuk menggunakan setidaknya line height 1.5 hingga 2, karena akan meningkatkan keterbacaannya. Sebaliknya, mengurangi line height pada huruf berukuran besar dapat menghemat ruang dan meningkatkan keterbacaannya.

Ukuran Huruf

Perhatikan kontras antara satu teks dengan lainnya, misalnya: teks isi dan teks judul. Salah satu kesalahan yang sering terjadi pada tipografi desain adalah kurangnya perbedaan ukuran antara teks dan judul.
Jika ukuran teks dan judul kurang kontras, maka tipografi akan tampak flat dan kurang dinamis. Ingat bahwa prinsip-prinsip desain juga dapat bisa diaplikasikan disini: kontras akan menciptakan pengalaman visual yang lebih estetis.

Capitalization

Huruf kapital dan huruf kecil sudah biasa dipergunakan secara berkala. Tentunya capitalization juga dapat memberikan kesan berbeda. Huruf kecil cenderung memberikan kesan kasual, friendly, santai dan ringan. Sementara huruf kapital tampak leibh formal dan serius.
Namun dari kedua varian tersebut, terdapat juga huruf Small Caps yang sering terlewat sebagai salah satu opsi capitalization.


contoh small caps
contoh small caps
Seperti yang tampak pada contoh diatas, small caps adalah capitalization yang menggunakan karakter kapital lebih besar di huruf pertama, dan huruf kapital yang ukurannya lebih kecil di sisa hurufnya. Gaya capitalization ini memberikan ruang lebih bagi modifikasi yang dapat kita lakukan pada capitalization tipografi.

Paragraph Spacing

Paragraph spacing adalah jarak antar paragraf. Hal ini terutama harus diperhatikan jika line height kita ubah menjadi lebih renggang. Pastikan spasi paragraf tetap lebih lebar dari line spacing.

Prinsip-prinsip Tipografi

Sebagai acuan awal dalam prinsip-prinsip kebenaran untuk menghasilkan karya tipografi yang maksimal, beberapa prinsip tipografi berikut ini dapat kita ikuti. Prinsip yang telah diakui oleh banyak pakar tipografi ini terbagi menjadi dua prinsip besar, yaitu prinsip keterbacaan tipografi, dan prinsip estetis tipografi.
Prinsip Keterbacaan Tipografi
  1. Huruf kecil cenderung lebih baik tingkat keterbacaannya jika dibandingkan dengan huruf besar/kapital. Kemungkinan karena huruf kecil bentuknya jauh lebih kontras satu sama lain.
  2. Huruf lurus (standar) jauh lebih mudah dibaca jika dibandingkan dengan huruf miring (italic), namun jika kata huruf miring di apit oleh huruf reguler, justru tingkat keterbacaannya meningkat.
  3. Warna kontras cenderung membantu tingkat keterbacaan, namun jika terlalu kontras akan membuat mata cepat lelah. Maka dari itu kebanyakan website hari ini tidak menggunakan warna hitam murni, tetapi menggunakan abu gelap di atas putih.
  4. Teks gelap di atas background terang lebih mudah dibaca dibandingkan dengan teks terang di atas background gelap.
  5. Warna abu tua di atas krem adalah kombinasi warna memiliki keterbacaan paling baik sekaligus nyaman.

Prinsip Estetis Tipografi

  1. Batasi penggunaan typeface dalam satu halaman/desain. Dua jenis typeface biasanya sudah cukup, satu untuk judul dan satu untuk isi.
  2. Batasi penggunaan warna, satu untuk judul dan satu untuk isi.
  3. Gunakan minimal tiga ukuran dan atau weight yang berbeda untuk memaksimalkan kontras dan keindahan tipografi.
  4. Gunakan ukuran yang konsisten untuk setiap set teks yang berbeda.
  5. Berikan letter spacing lebih untuk font berukuran kecil dan kurangi spasi letter spacing untuk font ukuran besar.
  6. Pastikan line height dan jarak antar spasi berbeda jauh, terutama jika line height dibuat menjadi lebih renggang.

Referensi

  1. Hill, Will. (2005), The Complete Typographer: A Manual for Designing with Type, Page One Publishing Private Limited, Singapore.

 https://serupa.id/tipografi/
Share:

Dasar Desain Grafis dan Nirmana

DASAR DESAIN GRAFIS DAN NIRMANA 

 Dasar-dasar desain adalah dasar setiap media visual, mulai dari  seni rupa, desain web modern, hingga desain motion graphics. Elemen desain adalah  apa saja yang menyusun atau menjadi basis  sebuah desain.  Namun,  secara  garis besarnya ada beberapa elemen desain yang harus Anda pegang, yaitu:
  • Line (Garis) adalah elemen dasar yang menyusun sebuah desain. Garis yang terdiri dari kumpulan titik-titik inilah yang menjadi penanda di mana kita membedakan antara satu obyek dengan obyek lain, serta memungkinkan audiens mencerna suatu pesan yang dikomunikasikan secara visual.
  • Form/&/Space/(Bentuk/&/Ruang) adalah kumpulan garis-garis yang saling bersambungan yang membentuk suatu obyek tertentu
  • Color/(Warna) adalah elemen desain yang sangat penting, karena secara psikologis, manusia mengenali warna lebih dulu ketimbang bentuk atau teks.
  • Type/(Teks) adalah yaitu huruf atau kumpulan huruf yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan.
  • Texture/&/Image/(Tekstur/&/Gambar) adalah elemen yang bermanfaat memberi nuansa dan penekanan tersendiri pada obyek-obyek ilustrasi yang ada.
  • Balance/(Keseimbangan) adalah uatu kualitas di mana sebuah desain terlihat mempunyai “bobot” yang setara antar elemen-elemen penyusunnya.
  • Contrast/(Kontras) adalah untuk memberi bobot pada desain, dan memberi arti lebih pada suatru obyek sehingga Anda bisa mengarahkan audiens untuk mencermati desain sesuai arti penting pesan yang ada di dalamnya.
  • Continuity (Kontinuitas) yaitu berkaitan dengan kualitas untuk mempertahankan kesamaan ide/nuansa dari obyek-obyek penyusun desain.
  • Repetition (Repetisi) yaitu seringkali penggunaan elemen-elemen secara repetitif terbukti efektif untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) di benak audiens mengenai pesan yang dimaksud
  • Unity (Kesatuan) adalah suatu kualitas akhir yang coba dicapai dalam sebuah desain,


Nirmana
Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tatarupa. Elemen –elemen seni rupa dapat dikelompokan berdasarkan bentuknya menjadi :


  • Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang.

  • Garis adalah sekumpulan titik yang terhubung dan berbeda (warna) dari latar belakang yang menampilkannya.

  • Bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas serta mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis.



  • Gempal adalah titik, garis, atau bidang akan menjadi bentuk apabila terlihat. Sebuah titik betapapun kecilnya pasti mempunyai raut, ukuran, warna, dan tekstur.



  • Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan baik nyata maupun semu, bisa halus, kasar, licin, dan sebagainya.




  • Warna adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata, oleh karena itu warna tidak akan terbentuk jika tidak ada cahaya.



Estetika seni grafis
Kata Estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, selera perasaan  atau taste.  Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Suatu karya seni bukan hanya memberikan pengetahuan dan pengalaman yang berharga bagi kehidupan  saja,  karena  juga memiliki  nilai  keindahan

Unsur-unsur seni

  • Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar yang berada pada dimensi satu. dibutuhkan adanya titik untuk membentuk garis, bentuk, ataupun bidang.
  • Garis adalah unsur seni rupa yang merupakan hasil dari penggabungan unsur titik.
  • Bidang merupakan unsur dalam seni rupa yang dihasilkan dengan mengabungkan beberapa garis. Bidang merupakan dimensi kedua yang memiliki panjang dan lebar. 
  • Bentuk adalah unsur dari seni rupa yang terbentuk dari gabungan dari berbagai bidang.
  • Ruang adalah unsur seni rupa yang memiliki dua sifat. Dalam karya seni rupa dua dimensi, ruang dapat bersifat semu sedangkan dalam seni rupa tiga dimensi, ruang bersifat nyata.
  • Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang membuat suatu ciptaan para seniman terasa hidup dan lebih eksresif. Warna berdasarkan teori warna terhadap cahaya terdapat tujuh spektrum warna.

Kaidah-kaidah komposisi

Komposisi (composition) adalah usaha untuk mendapatkan keseimbangan bentuk dalam mengorganisasikan unsur-unsur terpenting dalam penciptaan karya seni dan atau media komunikasi grafis yang harmonis, komunikatif, dan persuasif. Kaidah-kaidah komposisi yang harus diketahui adalah :

  • Proporsi (proportion) yaitu suatu cara dan ketentuan untuk mengatur, mengusun, meramu (menyampur) dengan dasar kaidah-kaidah yang ada, hingga mewujudkan, suasana tatanan  yang harmonis.
  • Keseimbangan (balance) yaitu cara mengatur  beberapa benda atau bidang dalam satu bidang kertas gambar aar hasilnya serasi dan harmonis.
  • Irama atau ritme yaitu adanya pengulangan dan gerakan yang ajek, teratur, terus menerus, yang bisa divisualisasikan dengan garis, tekstur, bidang, bentuk, maupun warna.
  • Kesatuan (unity) yaitu kesatuan yang ditinjau dari segi penataan/pengaturan/ penerapan atau rangkaian (inte-atif) hingga benda-benda yang diatur dalam gambar satu sama lain saling mendukung,
  • Pusat perhatian (focus of interest) yaitu secara menyeluruh dan keutuhan karya terdapat unsur seni yang sengaja diperkuat intensitasnya dan memberikan suatu unsur pusat perhatian yang dapat mendominasi dari unsur keseluruhan dan tidak  mengganggu kesempurnaan.
  • Keserasian (Harmony) yaitu Keserasian merupakan perpaduan unsur rupa yang selaras atau hubungan yang tidak bertentangan antara bagian satu dengan bagian lainnya
Sumber : http://siswakubelajar.blogspot.com/2018/10/dasar-desain-grafis-dan-nirmana.html

 

 

Share:

Ketua Program Keahlian Multimedia

MOH.TAMRIN S. BUHANG, S.Kom, Gr

Site Links


Recent Posts Widget

Chat With Us

Unordered List

Flag Counter