Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Cara menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap berikut merupakan salah satu keterampilan desain grafis menggunakan software desain. Pada artikel kali ini admin bukudesaingrafis akan menampilkan tutorialnya dengan menggunakan software desain Adobe Photosop.
Sebelum melihat contoh proses menggabungkan gambar dan teks yang
berbasis bitmap, kita bahas sedikit tentang apa itu gambar bitmap,
fungsi penggabungan gambar dan teks, contoh desain yang menggunakan
proses penggabungan gambar dan teks, dan aplikasi-aplikasi desain grafis
apa saja yang bisa digunakan untuk proses menggabungkan gambar dan teks
tersebut.
Pengetian Gambar Bitmap
Gambar bitmap adalah gambar digital yang tersusun
dari sekumpulan titik-titik (disebut juga dengan pixel) dengan
warna-warna tertentu pada masing-masing pixel sehingga membentuk sebuah
gambar yang dapat ditampilkan pada sebuah komputer atau media kertas.
Ciri-ciri Gambar Bitmap
Kualitas gambar dipengaruhi oleh besar kecilnya resolusi
Jika diperbesar (zoom) akan terlihat pecah, ini tergantung besaran resolusi dari gambar tersebut
Ukuran file cukup besar, ini juga tergantung dari besaran resolusi pada gambar
Memiliki format JPEG, JPG, PNG, BMP, TIFF, GIF
Fungsi Gambar Bitmap Gambar bitmap lebih sering ditampilkan dalam bentuk karya desain
grafis yang tidak banyak menggunakan modifikasi garis dan bidang seperti
lengkungan, atau bentuk kurva. Karenanya produk desain grafis berbasis gambar bitmap umumnya berupa
desain grafis penggabungan gambar dan teks, dan penggabungan gambar
dengan gambar, dengan memberikan sentuhan modifikasi, manipulasi dan
efek.
Contoh-contoh Produk Berupa Gambar Bitmap:
Desain Foto
Desain media luar ruang (Spaduk, X-Banner, Baliho, Poster, dll)
Desain media promosi seperti Brosur, Pamplet, Kartu Nama, dll)
Cover Buku, Cover Majalah, Layout Majalah, dll
Produk kreatif lainnya seperti desain iklan online, desain aksesorir, dan lain sebagainya
Fungsi Penggabungkan Gambar dan Teks
Apa sih fungsi, atau kegunaan penggabungan gambar dan teks, atau penggabungan gambar dengan gambar?
Dalam desain grafis menggabungkan gambar dengan teks, atau gambar
dengan gambar merupakan proses untuk menghasilkan produk desain yang
dapat dilihat sebagai satu kesatuan karya desain yang memenuhi prinsip-prinsip desain.
Pada desain dengan menggabungan gambar dan teks, gambar memiliki
fungsi sebagai ilustrasi atau pendukung fakta, sementara teks memiliki
fungsi sebagai keterangan dari pesan yang ingin disampaikan, atau hanya
sebagai caption saja.
Pada desain dengan menggabungkan gambar dengan gambar, memiliki
fungsi menghasilkan tampilan gambar baru, atau menghasilkan sudut
pandang baru dari dua gambar yang digabungkan sehingga seolah-olah
penggabungan gambar tersebut adalah nyata dan memberi kesan artistik.
Contoh produk yang menampilkan penggabungan gambar dengan teks, atau penggabungan gambar dengan gambar, diantaranya:
Desain spanduk, poster, baliho, brosur dan lain sebagainya
Manipulasi Foto
Aplikasi Untuk Menggabungkan Gambar dan Teks
Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan penggabungan
antara gambar dan teks yang berbasis bitmap. Dari mulai aplikasi yang
sederhana dan sering digunakan dalam keseharian sampai kepada aplikasi
yang memang dibuat khusus untuk desain grafis.
Berikut nama-nama aplikasi yang bisa digunakan untuk proses
menggabungkan gambar dengan teks, dimulai dari yang sederhana ke yang
spesifik untuk kebutuhan desain grafis:
Microsoft Paint
Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint)
Microsoft Publisher
Microsoft Photo Editor
Adobe Indesign
Corel Photo Paint
Adobe Photosop
Dan masih banyak lagi jenis aplikasi untuk kebutuhan pengolahan
gambar bitmap lainnya baik yang gratis maupun yang berbayar, baik yang
berbasis dekstop maupun berbasis mobile / android.
Cara Menggabungkan Gambar dan Teks Menggunakan Photosop
Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk proses menggabungkan
gambar dengan teks, dari mulai aplikasi yang sederhana yang biasa
digunakan sehari-hari seperti aplikasi paket Microsoft Office. Tapi
karena kita karean kita sedang belajar desain grafis, maka aplikasi yang
digunakan adalah aplikasi standar untuk desain grafis berbasis bitmap,
yaitu Adobe Photosop.
Contoh 1 Menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap Langkah-langkah menggabungkan gambar dan teks menggunakan Adobe Photosop:
Buka aplikasi Adobe Photosop
Buka gambar dengan cara: Klik File – Pilih Open – Pilih tempat penyimapanan gambar – klik gambar – pilih Open
Klik icon Horizontal Type Text – Pada Option Bar tentukan jenis
huruf, ukuran huruf dan warna huruf – Tuliskan keterangan / teks yang
ingin ditampilkan – atur posisi teks pada gambar
Klik File – pilih Save As – Beri nama file – Tentukan Forma File (JPEG, JPG, PNG) – klik Save
Cotoh 2 Memasukan Gambar kedalam Teks menggunakan Photosop
Langkah-langkah memasukan gambar kedalam teks yang berbasis bitmap:
Buka aplikasi Photosop
Buat jendela kerja (kanvas) dengan ukuran A4, resolusi 72 Px, color mode RGB
Buat layer baru, dan beri warna Putih (#FFFFFF)
Klik icon Horizontal Type Text – Pada Option Bar tentukan jenis
huruf, ukuran huruf (usahakan ukurannya besar) dan warna huruf –
Tuliskan teks yang diinginkan pada layer
Klik File – Pilih Place – Pilih tempat penyimapanan gambar – klik gambar – pilih Place – Enter
Pada Layer Gambar: Klik Kanan – Pilih Create Cliping Mask, maka gambar akan masuk kedalam teks.
Untuk urutan cara menggabungkan gambar dan teks yang berbasis bitmap
menggunakan Adobe Photosop diatas dengan urutan langkah tutorial
menggunakan penjelasan gambar kami menyertakannya dalam format PPT
dibawah ini, silahkan di unduh.
Kesimpulan dari proses menggabungkan gambar dan teks yang berbasis
bitmap ini adalah, menempatkan teks diatas permukaan gambar sehingga
menghasilkan produk desain grafis yang bisa dipahami dan dinikmati oleh
khalayak. Penggabungan gambar dan teks yang berbasis bitmap juga bisa
berupa tampilan gambar yang menyatu kedalam teks, atau istilahnya
memasukan gambar kedalam teks. Adapun aplikasi yang digunakan, variatif.
Karena ada banyak aplikasi yang bisa digunakan sesuai dengan kemampuan
user masing-masing.
Pengertian Gambar Bentuk Gambar bentuk adalah menggambar objek benda yang diwujudkan di
atas bidang gambar melalui kemahiran tangan dengan media titik, garis,
bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang. Atau bisa diartikan
menggambar bentuk adalah memindahkan objek/benda-benda yang ada di
sekitar kita dengan tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya, menurut
arah pandang dan cahaya yang ada.
Menggambar bentuk pada
dasarnya merupakan suatu kegiatan menggambar yang objek gambarnya berupa
bentuk suatu benda. Di dalam menggambar bentuk benda yang perlu
diperhatikan antara lain; bentuk benda tersebut, proporsi benda,
komposisi, perspektif benda dan bayangan benda. Prinsip gambar bentuk
a. Perspektif, yaitu obyek yang digambar sesuai dengan tampak yang sebenarnya. b. Proporsi, yaitu perbandingan bagian per bagian atau bagian keseluruhan. c.
Komposisi, yaitu susunan/letak obyek gambar, letak obyek satu dengan
yang lain hendaknya tidak berjauhan ager tidak Nampak terpisah. d. Gelap terang, yaitu benda akan terlihat mata bila terkena cahaya. e.
Bayang baying, yaitu benda terkena sinar akan menghasilkan bayangan
sehingga gambar bentuk menentukan terciptanya kesan 3 dimensi/realis.
Pengertian Gambar Perspektif
Perspektif
berasal dari kata “prospettiva” artinya gambar pandangan, sering
disebut juga ilmu melihat. Prinsip utama gambar perspektif adalah
visualisasi sebuah benda atau ruang nyata pada sebuah bidang datar
dengan memperhatikan horizon dan titik lenyap.
Perspektif
merupakan prinsip atau kaidah yang penting dalam menggambar bentuk.
Perspektif atau sudut pandang adalah teknik atau metode untuk menggambar
objek-objek berupa benda, ruang (interior), dan lingkungan (eksterior)
yang ukurannya lebih besar dari manusia. Gambar dengan hukum perspektif
berarti menggambar dengan pandangan satu arah atau dua titik lenyap. Prinsip-prinsip dalam menggambar perspektif:
a. Mengatur jarak garis horizon dengan tepi media berdasarkan titik pandang yang akan dibuat. b. Menentukan posisi dari objek yang akan digambar. c. Menentukan titik hilang sebagai titik pusat dari semua objek yang akan dibuat. d. Membuat bagan dari objek-objek yang akan dibuat (untuk obyek yang terlalu tinggi perlu dibuat skala terlebih dahulu)
Teknik Menggambar Bentuk dan Perspektif
Teknik menggambar bentuk:
a.
Teknik Pointilis, adalah cara atau teknik menggambar atau melukis
dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk suatu objek. b.
Teknik Dussel (gosok), adalah teknik menggambar dengan cara menggosok
sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa
digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte. c. Teknik Siluet (blok), adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan balok. d.
Teknik Arsir, teknik arsir dibuat dengan cara menggoreskan pensil,
spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis berulang yang membuat
kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi. e. Teknik Aquarel
(sapuan basah), teknik aquarel dapat menggunakan bahan dengan campuran
air di kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar
berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta
bak.
Teknik menggambar perspektif
Dua hal yang harus dijadikan patokan dalam teknik menggambar perspektif sebagai berikut: a. Titik hilang yaitu titik terjauh dari jangkauan. Jarak pandang mata dan titik hilang selalu terletak di dalam garis horizon. b. Garis horizon yaitu garis khayal mata (tidak nyata). Di mana kita berada, di situlah garis horizon berada.
Ilustrasi berasal dari bahasa Latin “Illustrare“, yang berarti menjelaskan atau menerangkan ,
dengan demikian gambar ilustrasi diartikan sebagai gambar yang bersifat
sekaligus berfungsi untuk menerangkan sesuatu peristiwa. Ada pula yang
mengatakan ilustrasi berasal dari kata ilusi, yang artinya
gambaran angan-angan yang menyerupai hiasan belaka. Hal ini merupakan
pengantar atau pelengkap suatu tujuan untuk membantu seseorang agar
lebih mudah dan lebih cepat memahami apa yang dimaksud. Gambar ilustrasi
merupakan karya seni rupa dua dimensi yang bertujuan untuk memperjelas
suatu pengertian. Pengertian gambar Ilustrasi (Wikipedia
bahasa Indonesia) adalah visualisasi dari suatu tulisan menggunakan
teknik drawing, fotografi,lukisan, ataupun dengan teknik seni rupa
lainnya yang lebih mengutamakan hubungan subjek dengan tulisan yang
dimaksud daripada bentuk.
Fungsi Gambar Ilustrasi
Gambar ilustrasi memiliki fungsi sebagai berikut.
Menarik perhatian orang. Sebuah buku atau majalah yang disertai
dengan gambar yang menarik akan membuat orang tertarik mengetahui
tentang isi buku tersebut.
Memudahkan memahami suatu keterangan atau penjelasan sebuah tulisan.
Sebagai sarana mengungkapkan pengalaman suatu kejadian yang diekspresikan dalam sebuah gambar.
Memberikan gambaran singkat isi tulisan atau cerita yang disampaikan.
Sebagai nilai keindahan dalam perwajahan.
Unsur Gambar Ilustrasi
1. Gambar manusia
Dalam menggambar ilustrasi manusia diperlukan pemahaman dan
penguasaan proporsi dan anatomi tubuh manusia, baik tubuh manusia dewasa
maupun anak-anak. Proporsi adalah Perbandingan bagian perbagian atau bagian dengan keseluruhan. Anatomi adalah
kedudukan susunan tulang dan otot yang menentukan besar kecil, cekung
cembung (menonjol tidaknya) tubuh manusia yang menentukan bentuk
keseluruhan tubuh.
2. Gambar Binatang
Dalam menggambar ilustrasi binatang tidak berbeda jauh dengan
menggambar ilustrasi manusia, yaitu harus menguasai proporsi dan
anatominya. Jenis dan bentuk binatang dapat dikelompokkan menjadi
binatang darat, udara dan laut.
3. Gambar Tumbuhan
Dalam menggambar ilustrasi tumbuhan yang beranekaragam jenisnya
memiliki dua cara, yaitu menggambar tumbuhan secara sederhana dan
lengkap. Dalam menggambar ilustrasi tumbuhan secara sederhana, tumbuhan
tidak digambar secara detail, tetapi hanya berupa kesan bentuk tumbuhan.
Menggambar secara lengkap , ilustrasi tumbuhan digambar dengan detail
dan cermat bagian-perbagiannya.
4. Benda-benda lainnya
Benda-benda yang bisa digambar adalah beragam jenis benda-benda
alam, benda buatan manusia dan bisa juga benda imajinasi manusia. Segala
macam banda-benda yang digambar dalam karya ilustrasi ini umumnya hanya
digunakan sebagai pelengkap atau penghias gambar.
Langkah Menggambar Ilustrasi
1. Gagasan
Langkah pertama dalam menggambar ilustrasi adalah menentukan
gagasan. Gagasan ilustrasi harus bersumber dari materi yang akan
diilustrasikan. Setelah ada gagasan tentukan tokoh, adegan, suasana dan
suasana pendukung adegan yang akan digambar. Sebelum mulai tahap
berikutnya tentukan corak gambar dan media yang akan digunakan.
2. Sketsa
Setelah gagasan ditentukan langkah selanjutnya adalah menggambar
sketsa atau membuat rancangan gambar. Menggambar sketsa ilustrasi
biasanya menggunakan pensil ada juga yang langsung menggunakan pensil
warna, crayon, cat air, tinta bak, dan lain-lain.
Sket biasanya masih berbentuk garis sederhana yang merupakan rancangan sederhana secara global.
3. Pewarnaan
Langkah terakhir dalam menggambar sketsa adalah pewarnaan. Dalam
mewarnai rancangan gambar ilustrasi dikerjakan sesuai hasil yang
diharapkan. Gambar ekspresi dikerjakan dengan dua corak, yaitu corak
realis dan non realis (ekspresionisme, impresionisme, abstrakisme, dan
lain-lain).
Ragam Gambar Ilustrasi
Ragam gambar ilustrasi diantaranya adalah.
1. Komik
Komik berasal dari kata comic yang memiliki arti lucu atau jenaka.
komik merupakan karya seni yang menggunakan rangkaian gambar tidak
bergerak yang penyusunanya membentuk sebuah jalinan cerita. Berikut
contoh ilustrasi komik.
2. Cover
Cover merupakan kulit atau sampul pada buku atau majalah. Gambar
cover memuat atau mewakili isi buku sehingga terlihat menarik. Berikut
contoh ilustasi cover buku pelajaran.
3. Majalah
Majalah atau surat kabar dibagian sebelum atau sesudah tulisan biasanya terdapat gambar. Gambar tersebut sering disebut Vignette (gambar
pengisi halaman kosong pada majalah atau surat kabar yang memiliki
fungsi menghias). Berikut contoh ilustasi Vignette pada majalah.
4. Cerita (Cergam, Cerpen, dll)
Suatu karya cerita biasanya dilengkapi dengan ilustrasi cerita. Gambar
Ilustrasi cerita ini mewakili cerita yang terkandung di dalamnya. Sebuah
cerita akan tampak menarik apabila disertai dengan ilustrasi yang
menggambarkan isi cerita. Berikut contoh ilustasi cerita pendek.
Tipografi
adalah seni merancang, menyusun, dan mengatur tata letak huruf serta
jenisnya dengan pengaturan dan penyebarannya pada ruang yang tersedia,
untuk menghasilkan kesan tertentu, sehingga akan membantu pembaca untuk
mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin, baik dari segi
keterbacaan maupun estetika.
Tentunya bidang studi ini sangat relevan dengan desain grafis,
namun sebetulnya tipografi juga banyak digunakan di bidang lain seperti
sastra dan seni murni. Sastra menggunakan tipografi puisi untuk
memperindah tulisannya, sementara seni murni dapat mengisolasi huruf
dari fungsinya untuk diubah menjadi karya.
Tipografi dilakukan
dengan memilih Typeface (font) yang tepat, merekayasa gaya atau
stylenya, hingga ke pengaturan susunan kata, paragraf dan tata letaknya
secara keseluruhan. Untuk memulainya kita harus mengetahui dulu berbagai
terminologi yang terdapat pada tipografi.
Anatomi Huruf
anatomi tipografi
Huruf
terdiri dari banyak unsur-unsur pembentuknya. Huruf yang baik akan
memiliki anatomi utuh seperti yang dijelaskan pada gambar di atas.
Berbagai unsur anatomi tersebut mengikuti prinsip fundamental untuk
merancang huruf. Mempelajari anatomi huruf sangat penting jika kita
hendak merancang typeface, untuk memastikan legabilitas dan
keterbacaannya.
Seni
merancang huruf adalah keahlian yang rumit, sehingga harus dilatih dan
dipelajari dengan dedikasi tinggi. Maka dari itu penjelasan lebih lanjut
mengenai hal ini akan dibahas pada artikel terpisah.
Parameter Tipografi
Typeface
Type
face adalah kumpulan huruf yang memiliki desain dan tampilan visual
yang sama. Meskipun setiap huruf memiliki wujud yang berbeda (A-Z),
dalam satu typeface semua huruf dapat memiliki kemiripan bentuk dan gaya
yang serupa. Contoh macam-macam typeface adalah: Times New Roman,
Arial, Verdana.
Type face adalah desain dari satu set bentuk huruf
, angka, tanda baca, yang memiliki satu sifat visual yang standar dan
konsisten . Sifat tersebut membentuk karakter yang tetap meski rupa dan
bentuk dimodifikasi (Will Hill, 2005:24).
Kenapa disebut typeface? Bukankah yang dimaksud oleh pernyataan diatas adalah font?
Perbedaan Typeface dan Font
Sebetulnya
typeface dan font adalah dua hal yang berbeda. Typeface adalah tampilan
visual dari huruf, sementara font adalah salah satu wujud dari typeface
yang memiliki gaya tertentu. Sederhananya hanya ada satu typeface
Arial, tetapi terdapat beberapa font Arial, yaitu: Arial Regular, Arial
Bold, Arial Condensed, dsb.
Kesalahan
berbahasa ini sudah memfosil dan sulit untuk dihilangkan. Maka secara
sosiolinguistik, tidak masalah jika kita ingin menggunakan istilah font
sebagai pengganti typeface dalam percakapan sehari-hari. Namun dalam
konteks akademik kita harus tetap menggunakan istilah yang tepat.
Font (Typefont)
Font
adalah satu set bentuk huruf dalam rupa, ukuran, dan gaya khusus
berdasarkan desain typeface yang sama. Istilah ini sering tertukar
dengan typeface.
Kategori Typeface
Terdapat
banyak sekali typeface yang dapat kita pilih. Namun dari pilihan yang
banyak itu ada beberapa typeface yang memiliki karakteristik yang mirip
satu sama lain. Sehingga typeface-typeface tersebut dapat
dikategorisasikan. Hal ini sangat berguna untuk mempermudah pemilihan
typeface yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kategori-kategori tersebut
adalah:
Serif;
Kategori serif memiliki sirip/ kaki/ serif yang berbentuk lancip pada
ujungnya, memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis
hurufnya.Typface jenis serifSerif
memberikan kesan: klasik, anggun ,lemah gemulai. Serif juga dapat
dikategorikan lagi dengan berbagai varian serifnya, seperti yang
ditunjukan pada gambar dibawah. jenis jenis serif
Sans
Serif; Sans serif tidak memiliki kaki/serif/sirip , bertangkai tebal,
sederhana dan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi. Kesan yang
dihasilkan: kokoh, kuat, kekar, stabil.
Script; Script
menyerupai tulisan tangan, biasanya bergaya seperti huruf sambung.
Script memberikan kesan dekoratif, keindahan dan elegan.
Monospace;
Monospace adalah typeface yang setiap hurufnya memiliki dimensi
horizontal (lebar) yang sama persis. Typeface ini bermanfaat ketika kita
membutuhkan konsistensi lebih pada desain yang kita buat. Monospace
menghasilkan kesan yang konsisten dan seragam.
Display; Kategori
typeface ini dioptimasikan untuk digunakan sebagai heading atau judul
suatu paragraf. Keterbacaan judul sangatlah penting, sehingga banyak
perancang typeface yang mendedikasikan karyanya untuk judul. Display
dapat digunakan untuk memperindah judul tanpa mengurangi keterbacaannya.
Lain-lain
/ Khas; Banyak karakteristik typeface lain yang belum dapat di
kategorisasikan. Terdapat file font yang hanya berisi berbagai bentuk
dekoratif dan tidak memuat huruf sama sekali yang disebut dingbat. Jadi
apakah dingbat layak untuk dikategorisasikan sebagai typeface?
Typestyle (Gaya/Varian Huruf)
Typestyle
adalah berbagai parameter yang dapat digunakan untuk memodifikasi gaya
tampilan dari suatu typeface. Terdapat beberapa parameter yang dapat
dieksplorasi untuk disesuaikan dengan desain yang kita rancang.
Setiap pemilihan varian yang kita lakukan berpengaruh terhadap keterbacaan dan keindahan tipografi yang disusun.
Maka
Sesuaikan berbagai kebutuhannya dengan dampak yang ingin kita raih
(elegan, formal, kasual, dll). Prinsip-prinsip seni dan desain juga
dapat kita terapkan untuk menjadi salah satu panduan kebenaran agar
mendapatkan tipografi yang estetis.
Berikut ini adalah beberapa parameter typestyle yang dapat dimodifikasi:
Weight
Weight
adalah tingkat ketebalan garis yang membentuk huruf. Biasanya suatu
font memiliki weight yang berbeda-beda seperti: light (tipis), regular
(biasa), medium (sedang) dan bold (tebal).
Gunakan weight bold
untuk judul dan weight biasa untuk teks isi. Atau justru sebaliknya:
gunakan font tipis untuk judul, dan medium untuk teks isi. Yang perlu
diperhatikan adalah kontrasnya, agar tipografi tampak lebih dinamis.
Media
yang digunakan perlu menjadi perhatian juga dalam rekayasa weight
typeface. Billboard yang harus terlihat dari jauh biasanya tidak dapat
menggunakan font light, karena daya keterbacaannya kurang.
Width (Condensation)
Width
adalah lebar dari huruf. Jika lebar ruang untuk tulisan pada desain
yang kita buat terbatas, sebaiknya gunakan typeface dengan width yang
ramping. Beberapa font memiliki varian dengan lebar yang lebih ramping,
misalnya typeface Open Sans memiliki varian font Open Sans Condensed.
condensed font
Jangan
pernah melebarkan atau meninggikan font dengan tidak proporsional. Hal
tersebut bahkan sering disebut sebagai tindakan kriminal terhadap
tipografi. Gunakan varian font yang tepat jika menginginkan font yang
lebih ramping, seperti: Open Sans Condensed, Arial Condensed, dsb.
Angle
Terdapat
dua opsi pada angle, yaitu Italic (huruf miring) atau oblique (lurus).
Dalam PUEBI atau panduan umum ejaan bahasa Indonesia, huruf miring
dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata,
atau kelompok kata dalam suatu kalimat.
Pemformatan Tipografi (Formatting)
Selain
merekayasa gaya dari typeface, tipografi juga dilakukan dengan mengatur
format huruf. Formatting sering menjadi hal yang terlewatkan padahal
dampaknya sangat besar. Baik terhadap keterbacaan teks maupun
keindahannya. Berikut adalah beberapa parameter formatting yang penting
untuk diperhatikan berurutan dari hal yang paling sering diabaikan
terlebih dahulu.
Letter Spacing (Spasi Huruf)
Spasi
huruf adalah jarak samping antara huruf yang membentuk suatu kata.
Memberikan jarak lebih pada huruf ukuran kecil akan membantu
keterbacaan. Selain itu huruf kecil dengan spasi yang lebih besar akan
tampak lebih rapi dan elegan.
Sebaliknya, huruf berukuran besar
(judul) jika menggunakan spasi yang lebih dekat akan meningkatkan
keterbacaannya. Penggunaan spasi yang lebih mendempet pada huruf judul
juga akan menghemat lebih banyak ruang, menimbang ukuran huruf pada
judul relatif besar dan menyita banyak ruang.
Line Height
Line
height adalah jarak antar kalimat dalam suatu paragraf (jarak atas
bawah). Ada alasan mengapa kebanyakan standarisasi penulisan karya
ilmiah mewajibkan penyusunnya untuk menggunakan setidaknya line height
1.5 hingga 2, karena akan meningkatkan keterbacaannya. Sebaliknya,
mengurangi line height pada huruf berukuran besar dapat menghemat ruang
dan meningkatkan keterbacaannya.
Ukuran Huruf
Perhatikan
kontras antara satu teks dengan lainnya, misalnya: teks isi dan teks
judul. Salah satu kesalahan yang sering terjadi pada tipografi desain
adalah kurangnya perbedaan ukuran antara teks dan judul.
Jika ukuran teks dan judul kurang kontras, maka tipografi akan tampak flat dan kurang dinamis. Ingat bahwa prinsip-prinsip desain juga dapat bisa diaplikasikan disini: kontras akan menciptakan pengalaman visual yang lebih estetis.
Capitalization
Huruf
kapital dan huruf kecil sudah biasa dipergunakan secara berkala.
Tentunya capitalization juga dapat memberikan kesan berbeda. Huruf kecil
cenderung memberikan kesan kasual, friendly, santai dan ringan.
Sementara huruf kapital tampak leibh formal dan serius.
Namun dari kedua varian tersebut, terdapat juga huruf Small Caps yang sering terlewat sebagai salah satu opsi capitalization.
contoh small caps
Seperti
yang tampak pada contoh diatas, small caps adalah capitalization yang
menggunakan karakter kapital lebih besar di huruf pertama, dan huruf
kapital yang ukurannya lebih kecil di sisa hurufnya. Gaya capitalization
ini memberikan ruang lebih bagi modifikasi yang dapat kita lakukan pada
capitalization tipografi.
Paragraph Spacing
Paragraph
spacing adalah jarak antar paragraf. Hal ini terutama harus
diperhatikan jika line height kita ubah menjadi lebih renggang. Pastikan
spasi paragraf tetap lebih lebar dari line spacing.
Prinsip-prinsip Tipografi
Sebagai
acuan awal dalam prinsip-prinsip kebenaran untuk menghasilkan karya
tipografi yang maksimal, beberapa prinsip tipografi berikut ini dapat
kita ikuti. Prinsip yang telah diakui oleh banyak pakar tipografi ini
terbagi menjadi dua prinsip besar, yaitu prinsip keterbacaan tipografi,
dan prinsip estetis tipografi.
Prinsip Keterbacaan Tipografi
Huruf
kecil cenderung lebih baik tingkat keterbacaannya jika dibandingkan
dengan huruf besar/kapital. Kemungkinan karena huruf kecil bentuknya
jauh lebih kontras satu sama lain.
Huruf lurus (standar) jauh
lebih mudah dibaca jika dibandingkan dengan huruf miring (italic), namun
jika kata huruf miring di apit oleh huruf reguler, justru tingkat
keterbacaannya meningkat.
Warna kontras cenderung membantu
tingkat keterbacaan, namun jika terlalu kontras akan membuat mata cepat
lelah. Maka dari itu kebanyakan website hari ini tidak menggunakan warna
hitam murni, tetapi menggunakan abu gelap di atas putih.
Teks gelap di atas background terang lebih mudah dibaca dibandingkan dengan teks terang di atas background gelap.
Warna abu tua di atas krem adalah kombinasi warna memiliki keterbacaan paling baik sekaligus nyaman.
Prinsip Estetis Tipografi
Batasi
penggunaan typeface dalam satu halaman/desain. Dua jenis typeface
biasanya sudah cukup, satu untuk judul dan satu untuk isi.
Batasi penggunaan warna, satu untuk judul dan satu untuk isi.
Gunakan minimal tiga ukuran dan atau weight yang berbeda untuk memaksimalkan kontras dan keindahan tipografi.
Gunakan ukuran yang konsisten untuk setiap set teks yang berbeda.
Berikan letter spacing lebih untuk font berukuran kecil dan kurangi spasi letter spacing untuk font ukuran besar.
Pastikan line height dan jarak antar spasi berbeda jauh, terutama jika line height dibuat menjadi lebih renggang.
Referensi
Hill, Will. (2005), The Complete Typographer: A Manual for Designing with Type, Page One Publishing Private Limited, Singapore.
Dasar-dasar desain
adalah dasar setiap media visual, mulai dari seni rupa,desain web modern,
hingga desain
motion graphics. Elemen desain adalah apa saja yang menyusun atau menjadi basis sebuah desain. Namun, secara garis besarnya ada beberapa elemen desain
yang harus Anda pegang, yaitu:
Line (Garis) adalah elemen dasar
yang menyusun sebuah desain. Garis yang terdiri dari kumpulan titik-titik
inilah yang menjadi penanda di mana kita membedakan antara satu obyek dengan
obyek lain, serta memungkinkan audiens mencerna suatu pesan yang
dikomunikasikan secara visual.
Form/&/Space/(Bentuk/&/Ruang)adalah kumpulan
garis-garis yang saling bersambungan yang membentuk suatu obyek tertentu
Color/(Warna) adalah elemen desain yang
sangat penting, karena secara psikologis, manusia mengenali warna lebih dulu
ketimbang bentuk atau teks.
Type/(Teks) adalah yaitu huruf atau
kumpulan huruf yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan.
Texture/&/Image/(Tekstur/&/Gambar)adalah elemen yang
bermanfaat memberi nuansa dan penekanan tersendiri pada obyek-obyek ilustrasi
yang ada.
Balance/(Keseimbangan) adalah uatu kualitas di mana
sebuah desain terlihat mempunyai “bobot” yang setara antar elemen-elemen
penyusunnya.
Contrast/(Kontras) adalah untuk memberi bobot
pada desain, dan memberi arti lebih pada suatru obyek sehingga Anda bisa
mengarahkan audiens untuk mencermati desain sesuai arti penting pesan yang ada
di dalamnya.
Continuity
(Kontinuitas) yaitu berkaitan
dengan kualitas untuk mempertahankan kesamaan ide/nuansa dari obyek-obyek
penyusun desain.
Repetition
(Repetisi) yaitu seringkali penggunaan elemen-elemen
secara repetitif terbukti efektif untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) di
benak audiens mengenai pesan yang dimaksud
Unity (Kesatuan)adalah suatu kualitas
akhir yang coba dicapai dalam sebuah desain,
Nirmana
Nirmana adalah
pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat
juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang
harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tatarupa. Elemen
–elemen seni rupa dapatdikelompokan berdasarkan bentuknya menjadi :
Titikadalah unsur seni rupa
yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan
yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang.
Garis
adalah sekumpulan titik yang terhubung dan berbeda (warna) dari latar belakang yang
menampilkannya.
Bidangadalah suatu bentuk
pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas serta mempunyai
kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis.
Gempaladalah titik, garis,
atau bidang akan menjadi bentuk apabila terlihat. Sebuah titik betapapun
kecilnya pasti mempunyai raut, ukuran, warna, dan tekstur.
Tekstur
adalah nilai raba dari suatu permukaan baik nyata maupun semu, bisa halus,
kasar, licin, dan sebagainya.
Warna
adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata, oleh karena itu warna
tidak akan terbentuk jika tidak ada cahaya.
Estetika seni grafis
Kata
Estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, selera
perasaan atau taste. Estetika adalah salah satu cabang filsafat.
Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia
bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Suatu karya seni
bukan hanya memberikan pengetahuandan
pengalamanyang berharga bagi
kehidupan saja, karena juga memiliki nilai
keindahan
Unsur-unsur seni
Titik adalah unsur seni
rupa yang paling dasar yang berada pada dimensi satu. dibutuhkan adanya titik
untuk membentuk garis, bentuk, ataupun bidang.
Garis adalah unsur seni
rupa yang merupakan hasil dari penggabungan unsur titik.
Bidang merupakan unsur
dalam seni rupa yang dihasilkan dengan mengabungkan beberapa garis. Bidang
merupakan dimensi kedua yang memiliki panjang dan lebar.
Bentuk adalah unsur
dari seni rupa yang terbentuk dari gabungan dari berbagai bidang.
Ruang adalah unsur seni
rupa yang memiliki dua sifat. Dalam karya seni rupa dua dimensi, ruang dapat
bersifat semu sedangkan dalam seni rupa tiga dimensi, ruang bersifat nyata.
Warna adalah salah satu
unsur seni rupa yang membuat suatu ciptaan para seniman terasa hidup dan lebih
eksresif. Warna berdasarkan teori warna terhadap cahaya terdapat tujuh spektrum
warna.
Kaidah-kaidah komposisi
Komposisi
(composition) adalah usaha untuk mendapatkan keseimbangan bentuk dalam
mengorganisasikan unsur-unsur terpenting dalam penciptaan karya seni dan atau
media komunikasi grafis yang harmonis, komunikatif, dan persuasif.Kaidah-kaidah komposisi
yang harus diketahui adalah :
Proporsi (proportion) yaitu suatu cara dan ketentuan
untuk mengatur, mengusun, meramu (menyampur) dengan dasar kaidah-kaidah yang
ada, hingga mewujudkan, suasana tatanan yang harmonis.
Keseimbangan (balance)
yaitu cara mengatur beberapa benda atau bidang dalam satu bidang kertas
gambar aar hasilnya serasi dan harmonis.
Irama atau ritme yaitu
adanya pengulangan dan gerakan yang ajek, teratur, terus menerus, yang bisa
divisualisasikan dengan garis, tekstur, bidang, bentuk, maupun warna.
Kesatuan (unity) yaitu
kesatuan yang ditinjau dari segi penataan/pengaturan/ penerapan atau rangkaian
(inte-atif) hingga benda-benda yang diatur dalam gambar satu sama lain saling
mendukung,
Pusat perhatian (focus
of interest) yaitu secara menyeluruh dan keutuhan karya terdapat unsur seni
yang sengaja diperkuat intensitasnya dan memberikan suatu unsur pusat perhatian
yang dapat mendominasi dari unsur keseluruhan dan tidak mengganggu
kesempurnaan.
Keserasian (Harmony) yaitu Keserasian
merupakan perpaduan unsur rupa yang selaras atau hubungan yang tidak
bertentangan antara bagian satu dengan bagian lainnya
Sumber : http://siswakubelajar.blogspot.com/2018/10/dasar-desain-grafis-dan-nirmana.html