-
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Cara menentukan Nilai Resistor dari Membaca gelang
anda bisa menggunakan software ResistrorCC atau bisa download disini
perhatikan gambar dibawah ini,….

Dan Simbol Resistor dalam dunia electronika arus lemah adalah seperti gambar berikut:
Kita bisa menentukan nilai berapakah resistansi padaResistor tersebut dengan mengetahui warna gelang yang ada pada body komponen tersebut.
sebagai acuan kita bisa lihat penjelasan seperti gambar berikut ini
Resistor adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai tahanan / hambatan dalam menahan arus masuk. Pada resistor terdapat gelang warna yaitu gelang pertama tidak boleh langsung berwarna hitam serta pada gelang ketiga berwarna emas, perak, tanpa warna ( emas x 1/10 dan perak x 1/100 ). dan resistor memiliki beberapa Ukuran atau jenisnya,..dalam hal ukuran mulai dari 1/2 , 1/4, 1/8, 2, 3, dan emapat serta jenisnya berdasarkan jumplah gelang atau pita yang melingkar, ada yang 4 gelang, 5 gelang. Gelang terakhir sebagai toleransi penghitungan,……serta memiliki satuan seperti, OHM, KILO, MEGA,
perhatikan gambar dibawah ini,….
Satuan Simbol
Resistor.Jenis Ukuran Resistor

Gambar Ukuran Resitor.
Tabel Warna.






Nilai Warna Pada Resistor







Pengkodean Warna
Penghitungan Warna dan Toleransi






Label, Skema atau gambar di atas smuanya menunjukan Nilai dan Pengkodean setiap Gelang warna yang ada pada resistor.
Sebagai Pembelajaran Perhatikan Tabel dibawah ini ;
| No | Susunan Warna | Nilai | Keterangan |
| 1. | Coklat, Hitam, emas, emas | 1 Ohm | Bertorleransi 5% |
| 2. | Coklat, Hitam, Hitam, Emas | 10 Ohm | Bertorleransi 5% |
| 3. | Coklat, Hitam , Orange, Emas | 10 K / Kilo | Bertorleransi 5% |
| 4. | Coklat, Hitam, Kuning, Emas | 100 K / Kilo | Bertorleransi 5% |
| 5. | Coklat, Hitam, Biru, Emas | 10 Mega | Bertorleransi 5% |
| 6. | Coklat, Hitam, Emas, Perak | 1,0 Ohm | Bertorleransi 10% |
| 7. | Orange, Putih, Emas, Perak | 3,9 Ohm | Bertorleransi 10% |
| 8. | Hijau, Hitam, Perak, Emas | 0,5 Ohm | Bertorleransi 5% |
selamat mencoba dan belajar,…………
by https://buatberbagisaja.wordpress.com/hardware/electronika-2/
Cara Menggunakan Multimeter / Multitester
- Current (Arus Listrik) satuan pengukuran Ampere
- Resistance (Hambatan) satuan pengukuran Ohm
- Capacitance (Kapasitansi) satuan pengukuran Farad
- Frequency (frekuensi) satuan pengukuran Hertz
- Inductance (induktansi) satuan pengukuran Henry
- Pengukuran atau pengujian Dioda
- Pengukuran atau pengujian Transistor
- Voltage (mengukur teganga) AC dan DC satuan pengukuran Volt.
- Display
- Saklar Selektor
- Prode
- Mengatur posisi Saklar Selektor ke arah DCV
- Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 6 Volt, putarlah saklar selektor ke 12 Volt (khusus Analog Multimeter). Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih saklar selektor ke arah tegangan yang lebih tinggi sebagai pengamannya supaya tidak menimbulkan kerusakan.
- Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur, lalu probe merah pada terminal positif (+) dan Probe Hitam ke terminal Negatif (-). Hati-hati pada saat menggunakan ke dua probe, jangan sampai terbalik.
- Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.
- Ukur posisi saklar selektor ke ACV
- Pilih skala sesuai dengan perkiraan tagangan yang akan diukur, Biasanya tegangan AC dirumah anda berkisar 220 Volt, Putar saklar ke arah selektro ke 300 Volt (khusus Multimeter Analog). Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih saklar tegangan yang tinggi untuk menghindari terjadinya kerusakan pada multimeter.
- Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk tegangan AC, tidak ada polaritas Negatif (-) dan Positif (+).
- Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.
- Mengatur posisi Saklar selektor ke DC Ampere
- Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Jika arus yang diukur adalah 100mA, maka putarlah selektor ke 300mA (0.3A). Jika pada saat anda akan mengukur arus yang melebihi skala yang dipilih. Maka sekering (Fuse) dalam Multimeter akan putus dan kita harus menggantinya dengan yang baru sebelum digunakan.
- Putuskan jalur catu daya yang terhubung dengan beban.
- Hubungkan Probe ke terminal jalur yang kita putuskan tersebut. Sambungkan probe merah ke output tegangan positif (+) dan probe hitam ke input tegangan (+) beban atau rangkaian yang akan kita ukur. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.
- Baca pengukuran di Display Multimeter.
- Atur posisi saklar selektor pada pengukuran Ohm
- Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda "X" yang artinya adalah "Kali". (khusus Untuk Multimeter Analog).
- Hubungkan probe ke komponen resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik untuk pemasangan probenya.
- Baca hasil yang ada pada Display. Khusus untuk analog diperlukan pengalian dengan Setting di langkah ke-2.
Komponen Dasar Elektronika dan Fungsinya
Jenis-jenis Komponen Elektronika
A. Resistor
- Resistor yang Nilainya Tetap
- Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.
- Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
- Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)
Gambar dan Simbol Resistor :

B. Kapasitor (Capacitor)
Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F)Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
- Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
- Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
- Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.
Gambar dan Simbol Kapasitor :

C. Induktor (Inductor)
Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :
- Induktor yang nilainya tetap
- Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.
Gambar dan Simbol Induktor :

D. Dioda (Diode)
Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :
- Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
- Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
- LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
- Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
- Dioda Shockley (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
- Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.
- Dioda Schottky adalah Dioda tegangan rendah.
- Dioda Varaktor adalah dioda yang memiliki sifat kapasitas yang berubah-ubah sesuai dengan tegangan yang diberikan.
Gambar dan Simbol Dioda:

E. Transistor
Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.Gambar dan Simbol Transistor :

F. IC (Integrated Circuit)
IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.
Gambar dan Simbol IC (Integrated Circuit) :

G. Saklar (Switch)
Saklar adalah Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan Elektronika.Gambar dan Simbol Saklar (Switch) :

Teori Dasar Elektronika dan Dasar Kelistrikan
Teori Dasar Elektronika
- I = arus listrik dalam satuan ampere (A)
- Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
- t = waktu dalam satuan sekon (s)
- V = tegangan listrik dalam satuan volt (V)
- W = energi dalam satuan joule (J)
- Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
- P = daya listrik dalam satuan Watt (W)
- W = usaha listrik dalam satuan Joule (J)
- t = waktu dalam satuan sekon (s)
Rangkaian Logika Sekuensial Dan Kombinasional
RANGKAIAN LOGIKA SEKUENSIAL DAN KOMBINASIONAL
- Flip-flop
- counter
- Register
- Memori
- Enkoder
- Dekoder
- Multiplexer
- Demultiplexer
Fungsi dari Gerbang Logika dengan Rangkaian Kombinasi dan Sekuensial (NOT, AND, dan OR)
.png)





Relasi Logika Dasar, Kombinasi Dan Sekuensial (NOT, AND, OR); (NOR,NAND, EXOR, EXNOR); (Flip Flop, Counter)
Fungsi Logika dalam Microsoft Excel digunakan untuk menguji suatu kondisi dengan menggunakan syarat tertentu dan oleh Microsoft Excel akan dikatakan TRUE (Nilai 1) jika syaratnya terpenuhi atau FALSE (Nilai 0) jika syaratnya tidak terpenuhi.
Langsung ke contoh kasus, Misalnya kita punya tampilan data sebagai berikut :
Teknik Konversi System Bilangan (Desimal, Biner, Heksadesimal, Oktal)
1. Bilangan Desimal
Rumus Konversi Desimal ke Basis Bilangan Lainnya

Konversi Desimal ke Biner
6710 = …….2 ?
Misalkan kita akan melakukan konversi 67 basis sepuluh (desimal) ke dalam basis 2 (biner).
- Pertama-tama kita bagi 67 dengan 2, didapat bilangan bulat hasil bagi adalah 33 dengan sisa hasil bagi adalah 1, atau dengan kata lain 67 = 2*33 + 1
- Selanjutnya bilangan bulat hasil bagi tersebut (33) kita bagi dengan 2 lagi, 33/2 = 16, sisa hasil bagi 1.
- Kemudian kita ulangi lagi, 16/2 = 8, sisa hasil bagi 0.
- Ulangi lagi langkah tersebut sampai bilangan bulat hasil bagi sama dengan 0. Setelah itu tulis sisa hasil bagi mulai dari bawah ke atas.
- Dengan demikian kita akan mendapatkan bahwa 6710 = 10000112.
- Bila komputer/laptop anda tersedia microsoft excel, maka anda dapat menggunakan fungsi DEC2BIN() untuk melakukan konversi dari bilangan desimal ke biner.

Konversi Desimal ke Oktal
- Pertama-tama 67/8 = 8, sisa 3
- Lalu 8/8 = 1, sisa 0,
- Terakhir 1/8=0, sisa 1.
- Dengan demikian dari hasil perhitungan didaptkan 6710 = 1038
- Anda juga dapat menggunakan fungsi microsoft excel DEC2OCT() untuk konversi bilangan desimal ke oktal.

Konversi Desimal ke Heksadesimal
Seperti halnya biner dan oktal, kita pun akan menggunakan teknik perhitungan yang sama.
Contoh 1:
6710 = …….16 ?
- Pertama-tama 67/16 = 4, sisa 3
- Lalu 4/16 = 0, sisa 4,
- Dengan demikian dari hasil perhitungan didapatkan 6710 = 4316

Contoh 2:
9210 = …….16 ?
- Pertama-tama 92/16 = 5, sisa 12 (ditulis C)
- Lalu 5/16 = 0, sisa 5,
- Dengan demikian dari hasil perhitungan didapatkan 9210 = 5C16

2. Bilangan Biner
Bilangan biner (binary) merupakan bilangan berbasis dua. Angka dari bilangan biner hanya berupa angka 0 dan 1.Konversi Biner ke Desimal
Untuk melakukan konversi dari bilangan biner atau bilangan berbasis selain 10 ke bilangan berbasis 10 (desimal) maka anda tinggal mengalikan setiap digit dari bilangan tersebut dengan pangkat 0, 1, 2, …, dst, dari basis mulai dari yang paling kanan.
Contoh :
101102 = …….10 ?
101102 = + 1x24 + 0x23 + 1x22 + 1x21 + 0x20 = 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 2210
Gunakan fungsi BIN2DEC() di microsoft excel untuk konversi biner ke desimal.
Konversi Biner ke oktal
Untuk melakukan konversi biner ke oktal lakukan bagi setiap 3 digit menjadi sebuah angka oktal dimulai dari paling kanan.
Contoh :
101102 = …….8 ?
- Pertama-tama bagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3 digit biner: 10 dan 110.
- Kemudian konversi setiap kelompok dengan menggunakan perhitungan konversi biner ke desimal.
- Sehingga didapat 101102 = 268
- Anda juga bisa menggunakan fungsi BIN2OCT yang disediakan di microsoft excel

Contoh :
1110102 = …….16 ?
- Pertama-tama bagi menjadi kelompok yang terdiri dari 4 digit biner: 11 dan 1010.
- Kemudian konversi setiap kelompok dengan menggunakan perhitungan konversi biner ke desimal.
- Sehingga didapat 1110102= 3A16
- Anda juga bisa menggunakan fungsi BIN2HEX() yang disediakan di microsoft excel

3. Bilangan Oktal
Bilangan oktal (octal) adalah bilangan berbasis 8. Sehingga angka digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 7, 8.Konversi Bilangan Oktal ke Desimal
Untuk konversi oktal ke binner anda perlu mengalikan digit dengan pangkat dari bilangan 8.
Contoh :
3658 = …….10 ?
3658 = (3 x 82)10 + (6 x 81)10 + (5 x 80)10 = 192 + 48 + 5 = 245
Untuk fungsi konversi oktal ke decimal di ms excel gunakan OCT2DEC()
Contoh:
548 = …….2 ?
- Pertama-tama hitung 58 = 1012 (Lihat cara konversi dari desimal ke biner)
- Lalu hitung 48 = 1002
- Sehingga didapat 548 = 1011002
- Anda juga dapat menggunakan rumus di ms excel OCT2BIN() yang akan menkonversi bilangan oktal ke biner

Konversi Bilangan Oktal ke Heksa desimal
Contoh :
3658 = …….16
- Konversi bilangan oktal menjadi bilangan biner
3658 = 11 110 101 2
angka 3, 6, dan 5 dikonversi terlebih dahulu menjadi biner. - Kemudian bilangan biner tersebut dikelompokkan setiap 4 digit dimulai dari yang paling kanan
- Selanjutnya 4 digit biner transformasikan menjadi heksadesimal
11 110 101 2 = F516

4. Bilangan Heksadesimal
Konversi Bilangan Heksa desimal ke desimal
Untuk konversi heksadesimal ke desimal lakukan dengan mengalikan digit bilangan heksa dengan pangkat bilangan 16 dari kanan ke kiri mulai dengan pangkat 0, 1, 2, …, dst
Contoh :
F516 = …….8 ?
F516 = (15 x 161)10 + (5 x 16-0)10 = 240 + 5 = 245
Untuk fungsi konversi heksadesimal ke desimal di ms excel gunakan fungsi HEX2DEC()
Konversi Bilangan Heksadesimal ke Biner
Cara ini merupakan kebalikan cara konversi biner ke heksadesimal. Setiap digit heksadesimal langsung dikonversi ke biner lalu hasilnya dipadukan.
Contoh:
F516 = …….2 ?
- Pertama-tama hitung F16 = 11112 (F16 = 1510 = 11112, Lihat cara konversi dari desimal ke biner)
- Lalu hitung 516 = 01012 (harus selalu dalam 4 digit biner, bila nilai hasil konversi tidak mencapai 4 digit biner maka tambahkan angka 0 di depan hingga menjadi 4 digit biner)
- Kemudian didapat F516 = 111101012
- Fungsi di ms excel yang dapat anda gunakan untuk mengkonversi heksadesimal ke biner adalah HEX2BIN()

Konversi Bilangan Heksa Desimal ke Oktal
Contoh :
F516 = …….8
- Konversi bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner
F516 = 1111 01012
angka F dan 5 dikonversi terlebih dahulu menjadi biner. - Kemudian bilangan biner tersebut dikelompokkan setiap 3 digit dimulai dari yang paling kanan
- Selanjutnya 3 digit biner transformasikan menjadi oktal
11 110 101 2 = 3658

Tips Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Octal, dan Heksadesimal
Penulis : Apaf Nur Fauzia















